RSS

Pramuka Membentuk Karakter yang Mandiri

SOREANG, (PRLM).- Kepramukaan bisa dijadikan wadah untuk membentuk karakter serta budi pekerti yang kuat. Dengan demikian, mereka yang ikut kegiatan kepramukaan akan siap menghadapi tantangan yang berada di masyarakat.

Hal tersebut diakui Direktur PT Pikiran Rakyat, Januar P. Ruswita, saat memberikan sambutan di acara Safari Camp 2 Pikiran Rakyat se-Jawa Barat 2010, di Bumi Perkemahan Ranca Upas, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/6). Menurut dia, kegiatan kepramukaan seperti outbond akan membuat peserta menjadi lebih mandiri, serta disiplin agar bisa menghadapi kehidupan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa memotivasi peserta guna memiliki rasa tanggung jawab, dan percaya diri. Saya tahu di pramuka diajarkan itu semua. Seperti halnya, mengorganisasikan regu, membaca morse, membuat simpul tali dan baris berbaris. Dengan itu semua, dapat membentuk tanggung jawab, kemandirian, serta budi pekerti,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandung, Mahyudin mengatakan, di pramuka khususnya pramuka penggalang yang usianya antara 11 sampai 17 tahun, masih senang untuk mencari tantangan, suasana baru, dan berimajinasi. “Lewat Safari Camp 2 Pikiran Rakyat ini, peserta akan diuji pengetahuan umum, lalu tentang lomba pengetahuan sejarah pramuka,” ujarnya menambahkan.

Menurut dia, Safari Camp 2 Pikiran Rakyat merupakan lanjutan dari acara yang sama 15 tahun yang lalu. “Banyak hal yang membuat kegiatan kepramukaan seperti Safari Camp terhenti. Salah satunya adalah faktor internal di tubuh kepramukaan sendiri seperti para pembina yang alih generasi. Pembina yang sebelumnya cukup kuat harus digantikan karena faktor usia,” tuturnya.

Selain itu, faktor eksternal seperti kebijakan-kebijakan sekolah terhadap pendanaan kegiatan kepramukaan. “Sekarang sekolah sudah paham untuk mengelola anggaran sehingga kepramukaan di setiap pangkalan bisa berjalan. Dan saya berharap para perusahaan bisa menjadi sponsor untuk melihat pramuka sebagai kegiatan positif untuk membina para peserta seperti kegiatan Safari Camp 2 Pikiran Rakyat,” kata Mahyudin.

Menurut ketua Panitia Pelaksana Safari Camp 2 Pikiran Rakyat, Daud Sismawan, kegiatan ini, diikuti lima Kwarcab se- Jabar, yakni Kwarcab Kota Bandung tiga pangkalan, Kwarcab Kota Cimahi satu pangkalan, Kwarcab Kabupaten Bandung 3 pangkalan, Kwarcab Kota Depok 2 pangkalan, dan Kwartir cabang Kota Bekasi 1 pangkalan. Secara keseluruhan yang hadir pada acara tersebut sebanyak 200 orang.

“Ke depan, kegiatan Safari Camp seperti ini akan dilakukan secara rutin, setiap dua atau tiga tahun sekali. Dan, tiap daerah bisa mengirimkan regu-regu terbaiknya. Penyelenggara juga akan makin menyusun kegiatan yang variatif dan edukatif untuk merangsang peserta agar terampil dan berkomitmen pada kegiatan yang diselenggarakan,” kata Daud.

Hal senada juga dikatakan oleh Manager Marketing Communication Pikiran Rakyat, Windhu Djajadiredja, ke depannya Safari Camp seperti ini akan dijadikan sebagai kalender Pikiran Rakyat agar perkembangan pramuka lebih terpacu dan sebagai media cetak kami akan terus mengeksplorasi kegiatan seperti ini.

“Mudah-mudahan ajang ini bisa menjadi tempat latihan untuk ajang pramuka tingkat dunia karena metode yang kita gunakan untuk perlombaan ini sudah memenuhi standar nasional yakni Safari Camp dengan konsep Triangle Games. Suatu konsep perlombaan dengan materi teknologi kepramukaan, pengetahuan lalu lintas, pengetahuan bertahan dan pengetahuan informasi teknologi (ITT), “ kata Windhu. (CA-05/A-147)***

sumber: pikiran-rakyat.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Betapa Hal Kecil Bisa Merubah Hidup Anda ( 2 )

Besar atau kecil, tidak terletak pada fenomena fisiknya. Sebab, bukan itu realitanya. Realitanya, adalah apa yang ada di kepala Anda. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk tidak berhenti membaca sebuah buku, jika telah selesai membacanya sekali. Setiap orang bijak, akan mengatakan, "bacalah lagi, bacalah lagi, dan bacalah lagi". Jika Anda berhenti membacanya setelah satu kali, maka Anda telah mengecilkan makna sebuah buku, hanya karena frekuensi bacanya. Padahal, jika sekali baca belum berpengaruh pada diri Anda, tidak berarti membacanya sekali lagi akan begitu juga.

Jika Anda mendapatkan kado ulang tahun dari "yayang" Anda, dan Anda hanya mendapatkan sebuah figura, padahal Anda berharap mendapatkan berlian dan permata, apa reaksi Anda? Kecewa dan kemudian mengecilkannya? Jangan! Berpikirlah bahwa "yayang" Anda telah berupaya sekerasnya, dengan sepenuh cinta, dengan setulus hati, dengan rasa sayang setengah mati. Hanya itulah yang akan membuat Anda, tidak kehilangan makna.

Saya menelusuri ke staf Saya, berkaitan dengan "sejarah" dari peserta workshop Saya tadi. Dan ternyata, dia sudah menunda untuk mengikuti workshop Saya sampai tiga kali. Begini ceritanya.

Di suatu siang, ia memasuki sebuah kantin di bilangan Kuningan, untuk lunch. Hari itu, kebetulan ia sendirian. Di pintu kantin, ia melihat sebuah meja agak di pojokan, kosong tanpa penghuni. Ia menuju ke sana. Duduk dengan manis, dan mulai membaca menu mencari penganan yang dia mungkin suka. Dari sudut matanya, ia memperhatikan bahwa mejanya belum dibersihkan. Di sudut yang lain, matanya tertumbuk pada selembar kertas lusuh yang sudah setengah basah. Pikirnya, itu adalah kertas yang ditinggalkan oleh pejajan sebelumnya. Hmm, kertas yang sedang diremehkan dan dianggap tak berguna.

Selesai makan, ia penasaran. Disambarnya kertas itu, dan dibawanya pulang ke kantor. Entah bagaimana, kertas itu tetap dipertahankan dan tidak dibuangnya ke tong sampah. Mungkin, karena ia mulai tertarik dengan isinya, informasi tentang workshop Saya.

Saya tidak tahu apakah brosur workshop Saya itu sering dibacanya atau tidak, akan tetapi menurut staf Saya, ia menunda ikut sampai tiga kali, sebelum akhirnya memutuskan untuk hadir dan mengikuti. Mungkin, fenomena fisik yang sama juga masih menghinggapinya, hingga ia belum juga terpengaruh olehnya. Atau, waktunya yang belum memungkinkan, tapi ia sendiri yang mengatakan bahwa waktunya longgar karena ia cukup "boss" di kantornya.

Dan seperti yang sudah Saya ungkapkan di atas, ia mengatakan sangat puas setelah mengikuti workshop Saya. Berubahkah hidupnya? Ya! Berulang kali ia menelepon Saya, hanya untuk berbincang dan mengingatkan kembali, bahwa kini ia sudah lebih percaya diri.

Hidupnya berubah. Dan itu terjadi, "hanya karena" selembar brosur, yang telah lusuh dan kumuh tertumpah kuah mi ayam, yang semula diremehkannya dan ditemukan "tanpa sengaja"! Waspadalah, dan berhentilah membesar-kecilkan makna, hanya karena fenomena fisiknya. Tidak baik untuk Anda.

HAL KECIL BISA BERBAHAYA UNTUK ANDA

Anda mungkin sudah pernah mendengar cerita ini.

Seorang jenderal, berkuda di depan memimpin pasukannya memasuki sebuah kota. Ia dan pasukannya, baru saja menaklukkan kota itu. Maka, parade kemenangan itu mulai dirayakan saat memasuki kota taklukan dengan gagahnya. Dagu Sang Jenderal terangkat saat memasuki gerbang kota. Kudanya pun melangkah dengan gagah. Begitu pula pasukannya.

Di sepanjang jalan utama, di kiri dan kanan jalan setiap orang duduk bersimpuh. Merendahkan diri sebagai bangsa yang telah takluk. Mengangkat kapala pun mereka tidak berani. Dipancung nanti. Begitulah, Sang Jenderal dan pasukannya, derap demi derap menyusuri jalan utama kota.

Di suatu belokan, Sang Jenderal melihat seorang tua terbungkuk-bungkuk, tertatih melangkah perlahan menyeberangi jalan. Sang Jenderal tersinggung melihatnya. Ia yang merasa sebagai penakluk, harus terhalang jalan oleh seorang tua renta yang kumuh dan baunya tercium kemana-mana. Ditegurnya Pak Tua itu dengan keras, "Hei tua renta! Tahukah engkau siapa aku? Akulah penguasa kota ini sekarang!"

Pak tua itu mengangkat kepalanya perlahan, memandang Sang Jenderal sebentar, dan kemudian tanpa acuh meneruskan langkahnya menyeberang jalan. Perlahan dan menggemaskan. Sang Jenderal pun naik pitam. Jika saja tidak tua renta, ia sudah menghunus dan menebaskan pedangnya. Ia sekali menghardik, "Hai kau tua renta, engkau pikir dirimu siapa! Minggirlah sebelum kupancung kepala busukmu itu!"

Sekali lagi, Pak Tua berhenti dan mengangkat kepalanya, dan sekarang ia mengangkat tangannya, menegakkan jari telunjukknya, memberi isyarat tanda memanggil. Bukan kepalang kemarahan Sang Jenderal. Sesak dadanya dan mendidih kepalanya. Tanpa sadar, ia menggiring kudanya mendekati Pak Tua renta. Dipelototinya Pak Tua itu tanpa bisa berkata apa-apa. Pak Tua, dengan nekatnya terus menggerakkan telunjukknya. Kurang dekat, mungkin itu maksudnya. Ia ingin mengatakan sesuatu.

Di atas kuda, Sang Jenderal sudah tertelan oleh kemarahannya atas "keremehan" Pak Tua. Tapi saking tak tahu harus bagaimana, ia malah menjulurkan kepalanya untuk bisa mendengar bisikan Pak Tua. Setelah begitu dekat telinga Sang Jenderal ke mulut Pak Tua, Pak Tua itu membisikinya dengan desahan lirih yang hampir tak terdengar.

"Saya Izroil...."

Jenderal itu melorot dari kudanya dan langsung mati.

Berhentilah mengecilkan sesuatu, hanya karena fenomena fisiknya. Anda akan kehilangan makna padahal itu mungkin saja merubah hidup Anda

Rose Mariadewi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bintang-bintangku...

Tanda Penghargaan Pramuka

BINTANG TAHUNAN,

Bintang yang diberikan kepada seorang Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega) sebagai tanda penghargaan atas kesetiaan kepada organisasi dan keaktifannya sebagai anggota Gerakan Pramuka selama satu tahun.

Bintang Tahunan untuk Anggota Dewasa, yaitu bintang yang diberikan kepada anggota dewasa Gerakan Pramuka, sebagai tanda penghargaan atas kesetiaannya kepada organisasi dan keaktifannya melakukan kegiatan orang dewasa dalam gerakan kepramukaan selama satu tahun.

BINTANG PANCAWARSA,

tanda kehormatan yang diberikan hanya kepada anggota dewasa Gerakan Pramuka, sebagai tanda penghargaan atas kesetiaannya kepada organisasi dan keaktifannya melakukan kegiatan orang dewasa Gerakan Pramuka selama lima tahun atau kelipatan dari lima tahun.

BINTANG WIRATAMA

Tanda kehormatan yang diberikan kepada Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega)

serta orang dewasa di dalam atau di luar Gerakan Pramuka, yang telah :

memperlihatkan keberanian, kesungguhan kerja, dan keuletannya, sehingga berhasil dalam usaha menyelamatkan sesuatu atau seseorang meskipun usaha itu membahayakan dirinya sendiri atau memperlihatkan keberanian, kesunguhan kerja, keuletan, kesabaran, dan ketekunannya untuk mempertahankan kebaikan dan kesabaran, sehingga berhasil dan bermanfaat bagi gerakan Pramuka.

BINTANG TELADAN

tanda kehormatan yang diberikan hanya kepada seorang Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega), yang telah memperlihatkan sikap laku yang utama, yang tampak dari usaha, tanggungjawab, keuletan, kesabaran, ketabahan, kesopanan, keramahtamahan serta

budi bahasa yang luhur, sehingga dirinya dapat menjadi

teladan bagi anggota Gerakan Pramuka, keluarga,

dan anggota masyarakat lainnya.

BINTANG-BINTANG JASA,

yaitu tanda kehormatan yang diberikan kepada orang dewasa di dalam dan di luar Gerakan Pramuka, yang dianggap telah berjasa bagi gerakan kepramukaan.

meliputi :

Bintang Darma Bakti

tanda kehormatan yang diberikan kepada seorang yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, milik, dana dan fasilitas yang cukup besar, dan sangat membantu kelancaran kegiatan pembinaan dan pengembangan gerakan kepramukaan.

Bintang Melati

tanda kehormatan yang diberikan kepada seorang yang dianggap telah memberikan jasa yang lebih besar kepada gerakan kepramukaan.

Bintang Tunas Kencana

tanda kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka, yang diberikan

kepada seorang yang dianggap telah memberikan jasanya yang

besar sekali bagi gerakan kepramukaan.


file:///E:/tanda%20penghargaan%20%C2%AB%20Pramuka%20SMK%20Negeri%201%20Purwosari.htm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS